The recombinant chimeric DC vaccine is a subunit-based vaccine candidate investigated for safety and effectiveness against SARS-CoV-2-induced pneumonia. With a better safety profile than inactivated and live-attenuated virus and virus-vector vaccines, the recombinant chimeric DC vaccine reduces the risk of virulence recovery, pre-existing anti-vector immunity, and incomplete viral inactivation.
As of August 2020, this vaccine is being tested for prophylaxis against COVID-19 in human clinical trials.
Fitur visualisasi ini dikembangkan menggunakan pendekatan Graph Theory untuk memetakan hubungan polifarmasi dan molekuler. Entitas (Obat, Target, Gen) direpresentasikan sebagai Simpul (Nodes), sedangkan hubungan biologisnya sebagai Sisi (Edges).
drugbank-id dan name pada skema XML DrugBank.targets/target yang memuat polipeptida sasaran.gene-name dan varian snp-effects.Tata letak grafik menggunakan algoritma Force-Directed Graph (Barnes-Hut). Model fisika ini menerapkan gaya tolak-menolak antar simpul (Gravitasi: -3000) agar tidak tumpang tindih, serta gaya pegas (Spring: 0.04) pada garis penghubung untuk fleksibilitas interaksi.