The most common adverse effects are cough, flatulence, upper respiratory tract infection, bronchitis, and increased bilirubin.
Crofelemer, previously known as the investigational drug SP-303, is a novel proanthocyanidin purified from the bark latex of the Amazonian Croton tree Croton lechleri. It is marketed under the brand name Fulyzaq and indicated for the symptomatic treatment of non-infectious diarrhea in adult patients with HIV/AIDS who are taking antiretroviral therapy.
Fitur visualisasi ini dikembangkan menggunakan pendekatan Graph Theory untuk memetakan hubungan polifarmasi dan molekuler. Entitas (Obat, Target, Gen) direpresentasikan sebagai Simpul (Nodes), sedangkan hubungan biologisnya sebagai Sisi (Edges).
drugbank-id dan name pada skema XML DrugBank.targets/target yang memuat polipeptida sasaran.gene-name dan varian snp-effects.Tata letak grafik menggunakan algoritma Force-Directed Graph (Barnes-Hut). Model fisika ini menerapkan gaya tolak-menolak antar simpul (Gravitasi: -3000) agar tidak tumpang tindih, serta gaya pegas (Spring: 0.04) pada garis penghubung untuk fleksibilitas interaksi.